Catatan singkat tentang kota kelahiranku…….

On: September 03, 2008


Setiap orang pasti akan memiliki komentar masing-masing jika ditanyakan tentang kota kelahiran mereka, tidak satupun dari mereka yang mengatakan tidak tahu mengenai kota kelahiran mereka itu. Kebanggaan akan kota kelahiran terlihat jelas manakala pertanyaan menceritakan tentang kota kelahiran anda dengan singkat dan jelas dipertanyakan kepada kita.

Kota Payakumbuh adalah kota kelahiranku, tidak banyak yang tersisa tentang kenangan indah tentang kota kelahiranku ini. Semakin pesatnya pembangunan kota, sedikit demi sedikit telah mengikis habis semua kenangan indahku akan kota kelahiranku.

Tidak banyak memang yang tersisa dari kota ini sekarang, tapi semua cukup untuk memberikan gambaran betapa patutnya kota kelahiranku itu pantas untuk dibanggakan. Satu pertanyaan yang selalu mengganjal dibathinku untuk dipertanyakan adalah apakah sebegitu pentingkah pembangunan sehingga tidak memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki kenangan indah tentang tanah kelahirannya?

26 tahun silam dalam merupakan awalku menapaki Payakumbuh sebagai kota kelahiranku. Hari-hari tumbuhku kuhabiskan disini, sebuah kota yang bersahaja dalam pandanganku pada saat itu. Hari-haru pedidikanku telah kuhabiskan disini, mulai dari bangku Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Umum kulalui disini, sampai akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ku di kota Padang sampai akhirnya aku terdampar di Jogjakarta. Begitu indah terasa, aku tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan kota kelahiranku.

Tapi apa yang terjadi dengan kotaku kini? Satu demi satu bangunannya telah mulai hilang, satu persatu buah tangan dari masa lampau itu mulai dikikis habis oleh tangan-tangan manusia yang mengatasnamakan dirinya pembangunan. Aku masih ingat, sebuah taman yang sangat indah yang didepannya berdiri tegak sebuah monumen burung garuda yang berlokasi didepan kantor TELKOM, tapi apa yang tersisa sekarang? Habis, hanya tinggal manumennya saja yang terlihat seperti dipaksakan untuk berdiri disana, kadang aku bertanya kenapa gak dibabat habis saja semua? Kenapa harus ditinggalkan kalo memang tidak ada harganya? Tapi ya mau bilang apa.....kita ini hanya wong cilik yang hanya berstatus sebagai penghuni tetap kota ini.

Jalan lebih jauh lagi memasuki pusat kota, masih segar dalam ingatanku manakala setiap sore dahulunya selalu pergi ke stasiun untuk mengikuti les bahasa Inggris disana. Tempatnya tidak bagus, tapi menurutku sarat akan makna perjuangan dan proses kemajuan yang dicicipi oleh kota ku, Stasiun kereta api...ya..satu lagi buah tangan dari masa lalu, tapi coba lihat sekarang, hanya tinggal puing dan eks terbakar.....? ironis memang, manakala kota-kota didunia sekarang sedang giat-giatnya menggalakkan apa yang diteriakkan dengan istilah konservasi.. malah kita di Payakumbuh, berlomba-lomba untuk menghancurkan bangunan-bangunan lama tersebut....terlebih lagi gempa yang memporak-porandakan Sumatera Barat beberapa waktu lalu, khususnya Payakumbuh, semakin menambah catatan panjang inventarisasi bangunan lama di kota kita yang hancur .

Mungkin kalau diceritakan satu persatu, teramat banyak daftar hitam yang harus dituliskan akibat dari tindakan kita sebagai penghuni tetap kota kita ini, khususnya dalam hal mempertahankan memori akan kota ini. Dalam tulisan singkat ini hanya ingin kembali mengingatkan kita bersama untuk mulai menjaga semua yang kita miliki tersebut, khususnya artefak-artefak yang berhubungan erat dengan memori kita akan kota kelahiran kita, ingat itu bukanlah milik kita, tapi merupakan titipan dari generasi penerus kita, kalau semua sudah binasa, bagaimana mungkin kita akan mempertanggungjawabkannya kepada mereka nanti? Sebuah semangat getir yang selalu kuteriakkan........Aku selalu bangga akan kota kelahiranku........(sumber foto: www.kit.nl)

0 komentar on "Catatan singkat tentang kota kelahiranku……."